Gerak langkah kaki saya sebagai penikmat musik semenjak masuk kuliah mulai berbelok ke arah musik-musik indie setelah sebelumnya cukup kenyang mendengarkan musik mainstream dan mulai bosan dengan kecenderungan perkembangannya yang itu-itu saja (tapi masih ada banyak lagu dari ranah mainstream yang saya suka).

Beruntunglah sebagai penikmat musik indie yang masih tergolong baru, saya terbantu dengan kehadiran netlabel asal kota saya tercinta, Jogja, bernama Yes No Wave. Di sini, penikmat musik dapat mengunduh album dan lagu dari musisi-musisi indie yang cukup beragam secara cuma-cuma alias gratis (saya berniat membeli merchandisenya nanti demi keberlangsungan kehidupan netlabel ini). Lumayan kan, gratis dan tidak ilegal. Untuk percobaan pertama mengunduh album dari netlabel tersebut, saya mencoba mengunduh mini album The Modest, “Instant Best Friend” (meski rela 6 jam lebih menunggu proses download berbekal modem CDMA 153,6 kbps).

Alasan saya saat itu, melihat deskripsinya saya hanya mencoba menebak, musiknya cukup ringan dan nyaman dinikmati. Ada 2 lagu yang disediakan oleh Yes No Wave untuk dapat kita dengarkan yakni salah satunya “Instant Best Friend”, sama seperti judul albumnya. Petikan gitarnya saat itu mengingatkan saya pada Sixpence None The Richer, yang ketika mendengarkannya saya selalu membayangkan padang rumput di pagi hari yang cerah (terutama di lagu “Kiss Me”). Jadilah saya makin tertarik dengan band ini.

Itu tadi adalah kesan pertama. Itupun hanya mendengar secuplik intronya karena keterbatasan modem. setelah beberapa kali didengarkan, kesan seperti Sixpence None The Richer itupun lenyap. Yang ada, inilah musik mereka, The Modest, yang membuat suasana santai kita semakin semangat dengan beat-nya yang asik dan permainan gitarnya yang menenangkan. Anda pasti akan ikut terhanyut bersama musiknya.

Instant Best Friend banyak bercerita tentang hal-hal sederhana yang kerap kita alami di kehidupan sehari-hari dan mungkin justru sering pula terlepas dari ingatan kita. Namun sisi kreatif The Modest berhasil menggali pengalaman-pengalaman sederhana itu menjadi sesuatu yang manis dan membuat kita merenungkan kembali keseharian kita dan bergumam “oh iya ya…”. Misalnya di lagu Instant Best Friend, tentang seorang teman yang sering menemani kegiatan kita dan mengobrol tentang keseharian.

Begitu juga dengan “Sunshine is Always” yang menceritakan permasalahan yang semestinya tetap dihadapi dengan semangat sembari menikmati sinar mentari pagi, if things are never turn out good, just pull out the problem and say goodbye…

Sementara “Will Someone” tampak muram dengan permintannya untuk dibiarkan sendiri…just leave me alone…Tapi tenang, di barisan pamungkasnya The Modest tidak akan mengecewakan dengan hadirnya “Afternoon Delight”. Kita akan diajak menikmati The Modest mengomentari hal-hal kecil di sekelilingnya sembari menanti special soup dari waiter dan waitress.

Jadi, apakah anda ingin bersantai, tetap dengan mata terbuka dan mengangguk-angguk seirama hentakan ringan dan menenangkan, coba dengarkan mini album ini.

Judul album: Instant Best Friend

Artis: The Modest

Daftar lagu:

1. Instant Best Friend

2. She Such An Owlfull

3. Sunshine is Always

4. Will Someone

5. Afternoon Delight