<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Melview's Blog</title>
	<atom:link href="http://melview.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://melview.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Feb 2010 06:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='melview.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Melview's Blog</title>
		<link>http://melview.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://melview.wordpress.com/osd.xml" title="Melview&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://melview.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aku Tahu</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2010/02/04/aku-tahu/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2010/02/04/aku-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 06:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/2010/02/04/aku-tahu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku tahu kamu lelah Aku saja lelah Dengan hanya mendengar hamburan suara yang masuk ke telingaku setiap hari Aku tahu kamu lelah Aku saja lelah Dengan hanya duduk terdiam mengukur perjalanan Bahkan kau terus berlari tanpa ampun Dan kadang aku memaksamu Sekarang saatnya kamu terdiam Nikmatilah kemurnian yang menenangkanmu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=76&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tahu kamu lelah<br />
Aku saja lelah<br />
Dengan hanya mendengar hamburan suara yang masuk ke telingaku setiap hari</p>
<p>Aku tahu kamu lelah<br />
Aku saja lelah<br />
Dengan hanya duduk terdiam mengukur perjalanan</p>
<p>Bahkan kau terus berlari tanpa ampun<br />
Dan kadang aku memaksamu<br />
Sekarang saatnya kamu terdiam</p>
<p>Nikmatilah kemurnian yang menenangkanmu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=76&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2010/02/04/aku-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang Wanita Lemah?</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2010/02/02/siapa-bilang-wanita-lemah/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2010/02/02/siapa-bilang-wanita-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 17:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini sering sekali kita mendengar kalimat bahwa wanita adalah makhluk yang lemah. Kalimat itu bertebaran di mana-mana. Kalimat &#8220;Wanita itu makhluk mulia&#8221; tentu saja tidak membuat kaum wanita gerah dan ketar-ketir, tapi kalimat yang menggunakan kata &#8216;lemah&#8217; tadi telah menimbulkan perdebatan selama berabad-abad. Semakin lama para wanita pun ingin lepas dari anggapan &#8216;lemah&#8217; tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=72&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini sering sekali kita mendengar kalimat bahwa wanita adalah makhluk yang lemah. Kalimat itu bertebaran di mana-mana. Kalimat &#8220;Wanita itu makhluk mulia&#8221; tentu saja tidak membuat kaum wanita gerah dan ketar-ketir, tapi kalimat yang menggunakan kata &#8216;lemah&#8217; tadi telah menimbulkan perdebatan selama berabad-abad. Semakin lama para wanita pun ingin lepas dari anggapan &#8216;lemah&#8217; tersebut dan muncullah yang namanya emansipasi wanita, gerakan feminisme, dan sebagainya. Sekarang kita telisik terlebih dahulu sebenarnya kenapa wanita selama ini selalu dianggap sebagai makhluk yang lemah. Kesimpulan sementara saya, mungkin anggapan tersebut muncul karena memang secara fisik kaum pria umumnya lebih kuat daripada kaum wanita. Dalam bidang olahraga saja, pria dan wanita punya peraturan dan ketentuan yang berbeda untuk mengakui perbedaan kekuatan fisik dua makhluk berlawanan jenis ini.</p>
<p>Kedua, mungkin karena wanita lebih mudah menangis ketika tertekan masalah yang berat. Kita semua tahu adanya anggapan bahwa menangis adalah tanda kelemahan maka kaum pria sangat menghindari tindakan yang satu ini. Padahal sebenarnya banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menangis selain ketidakberdayaan menahan penderitaan. Ketiga, wanita adalah makhluk yang harus dilindungi dan dihormati. Kemudian hampir seluruh kebudayaan di dunia menerapkan tata krama bahwa pria harus dan tidak boleh melakukan hal-hal tertentu terhadap seorang wanita dalam rangka menjalankan misi melindungi wanita yang telah disebutkan tadi.</p>
<p>Anggapan &#8216;lemah&#8217; ini pun menimbulkan diskriminasi yang tak pernah hilang hingga saat ini meski wujudnya tidak seekstrem era Kartini dulu. Diskriminasi yang tidak saya setujui misalnya seperti ini. Seorang wanita melamar pekerjaan sebagai reporter. Perusahaan menolaknya karena khawatir nanti wanita tidak bisa melakukan pekerjaan setangguh pria dan akan mudah menyerah. Saya agak mentolerir apabila penolakannya atas pertimbangan bahwa wanita (apalagi yang sudah berkeluarga) akan sulit meluangkan waktunya secara total untuk pekerjaan.</p>
<p>Melihat fakta-fakta di atas, saya kemudian berpikir dan berpikir. Sebenarnya wanita tidak se&#8217;lemah&#8217; itu. Kita bisa mengatakan bahwa meski fisik wanita umumnya tidak lebih kuat dari pria namun sebenarnya wanita juga memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh pria bahkan bisa saja lebih dari pria. Contoh paling sederhana dan mendasar, apabila wanita adalah makhluk yang lemah, ia tidak mungkin ditakdirkan untuk hamil dan melahirkan. Tak ada yang mampu membantah bahwa menjadi ibu hamil itu sungguh berat. Apalagi itu semua dijalani selama 9 bulan lamanya. Setelah 9 bulan berjalan, seorang ibu masih harus mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan anaknya ke dunia, kemudian menyusuinya hingga usia 2 tahun, merawatnya, dan sering terbangun di malam hari demi menenangkan sang bayi yang gelisah. Semua itu hanya mampu dijalani oleh orang yang kuat dan yang menjalaninya adalah seorang wanita. Seorang wanita yang berkewajiban menghormati suaminya juga akan setia memberikan dukungan untuk suaminya dalam keadaan bagaimana pun juga, ketika bangkit ataupun jatuh. Mana mungkin seseorang yang lemah dapat memberikan dukungan moral untuk menguatkan orang lain. Lagi-lagi wanita yang melakukannya.</p>
<p>Mengutip ucapan Sharon Stone di film Catwoman, seorang wanita terbiasa melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Memang tidak salah. Wanita dituntut untuk bertindak sesuai yang seharusnya dilakukan, umumnya setiap kebudayaan hampir sama. Wanita tidak boleh melakukan hal-hal tertentu yang dapat membuatnya citranya menjadi buruk seperti misalnya berteriak-teriak, berkata kasar, merokok, keluyuran, dan sebagainya. Wanita terbiasa untuk mengikuti aturan yang telah digariskan. Sementara pria yang memiliki egoisme yang besar, cenderung lebih memiliki kebebasan untuk melakukan hal yang diinginkannya sehingga mungkin saja mereka tidak dapat mengendalikan diri ketika ditekan. Sedikit menyimpang, kadang saya masih bertanya-tanya mengapa ketika wanita berkata kasar maka citranya langsung jatuh sebagai wanita baik-baik. Sementara kata-kata kasar adalah hal yang lumrah bagi kaum pria bahkan justru hal tersebut merupakan bentuk keakraban dengan teman-temannya. Intinya seorang pria yang berkata kasar tidak akan langsung dicap buruk secepat ketika wanita yang melakukannya.</p>
<p>Wanita memang lebih mudah menangis tetapi sebenarnya mereka lebih kuat menahan penderitaaan dan segera bangkit dari keterpurukan. Misalnya ketika seorang wanita  berpisah dari kekasihnya, ia akan menangis. Namun dengan segera mereka berusaha untuk bangkit kembali dan mengambil hikmah dari peristiwa yang dialaminya. Life must go on. Sementara banyak fakta yang menunjukkan bahwa pria membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyembuhkan luka di hatinya. Ketika seorang pria patah hati, ia tidak dapat secara cepat melupakan sakitnya (saya pernah membaca artikelnya di sebuah majalah psikologi tapi saya lupa detilnya jadi mohon maaf saya belum dapat membeberkannya secara mendalam).</p>
<p>Saya hanya mencoba menyajikan pendapat saya tersebut tanpa bermaksud menyamaratakan bahwa semua pria begitu dan semua wanita begini. Semua yang tersaji di atas hanyalah contoh-contoh yang saya alami sehari-hari dan membuat saya berkesimpulan bahwa tak selamanya wanita itu lemah. Oke, beberapa kalimat pamungkas berikut akan mempertegas kembali tulisan ini. Ingatlah pada siapa kita sering bersandar? Kalau kita masih menjawab &#8216;ibu&#8217; maka tak selayaknya kita berkata wanita adalah makhluk yang lemah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=72&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2010/02/02/siapa-bilang-wanita-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Hikmah</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2010/02/01/selalu-ada-hikmah/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2010/02/01/selalu-ada-hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 08:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/2010/02/01/selalu-ada-hikmah/</guid>
		<description><![CDATA[Kuncinya cuma usaha, doa, sabar, dan bisa mengambil hikmah. Kalau hal-hal tersebut sudah bisa dilakukan, kita tinggal yakin bahwa semua pasti indah pada waktunya (kalimat penghiburan yang paling efektif, menurut saya) dan kita juga jadi lebih tenang menghadapi hidup yang semakin sulit. Tidak percaya?? Kita yang tidak percaya mungkin telah berhenti sebatas usaha dan doa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=71&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuncinya cuma usaha, doa, sabar, dan bisa mengambil hikmah. Kalau hal-hal tersebut sudah bisa dilakukan, kita tinggal yakin bahwa semua pasti indah pada waktunya (kalimat penghiburan yang paling efektif, menurut saya) dan kita juga jadi lebih tenang menghadapi hidup yang semakin sulit. Tidak percaya?? Kita yang tidak percaya mungkin telah berhenti sebatas usaha dan doa. Memang ada di antara kita yang hanya dengan usaha dan doa telah berhasil meraih impiannya. Namun ada juga yang masih harus pontang-panting mengejar keberhasilan itu. Apapun itu kata putus asa harus jauh-jauh dari hidup kita. Setelah berusaha dan berdoa kita juga perlu sabar karena semua pasti memerlukan waktu. Dan tentunya ketika seseorang bisa mengambil hikmah, maka apapun yang terjadi padanya tidak pernah ada kata sia-sia.<br />
Saya sendiri percaya dengan kunci-kunci tersebut. Saya punya banyak impian yang ingin diwujudkan, apalagi usia saya masih tergolong muda sehingga masih berani mengukir mimpi-mimpi yang kadang terlalu sulit diwujudkan. Berbekal semangat jiwa muda, mimpi-mimpi itu mampu tetap singgah di benak saya. Tidak sulit sebenarnya untuk menggambarkan perjalanan kunci-kunci tersebut. Tak usahlah hal-hal yang muluk, hal-hal kecil yang terlupakan pun sebenarnya mengandung kunci-kunci tersebut. Saya ingin berbagi pengalaman-pengalaman kecil tentang perjalanan dari usaha hingga hikmah tersebut. Di balik segala hal yang kita alami, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.<br />
Saat ini saya kuliah ilmu komunikasi di universitas negeri terkemuka di Yogyakarta (kita sebut universitas A). Saya kerap merenung betapa beruntungnya dapat memiliki kesempatan kuliah di sana setelah berjuang keras dan terus berdoa. Selama setahun saya menghabiskan waktu untuk ikut bimbingan belajar. Sampai di rumah pun hanya belajar dan belajar. Sebelumnya saya juga sempat mendaftar di jurusan yang sama di universitas swasta (sebut saja universitas B) dengan reputasi cukup baik di Yogyakarta dan diterima. Ini hanyalah langkah saya untuk berjaga-jaga bila nanti saya mengalami kegagalan masuk universitas negeri dimaksud. Dan ternyata saya diterima juga di universitas A dan tentu saja langsung memilihnya tanpa perlu berpikir lagi. Beberapa bulan kuliah di universitas A, saya masih suka membanding-bandingkan universitas A dan B. Bahkan pernah sampai pada kesimpulan fasilitas praktik di universitas B lebih lengkap untuk meningkatkan keterampilan dan universitas A hanya jual nama saja. Kini setelah dipikir-pikir, saya sungguh bersyukur tidak jadi mengambil kursi saya di universitas swasta tersebut. Rupanya Tuhan memang berkehendak saya kuliah di universitas negeri karena ternyata banyak hal-hal di universitas B yang nantinya akan membuat saya tidak menikmati kuliah di sana. Gaya hidup mahasiswa unversitas B memang jauh berbeda dengan kepribadian saya, mungkin saya tidak akan mampu menyesuaikan diri di sana. Dan belakangan saya juga tahu bahwa ternyata si A juga kuliah di sana. Si A adalah salah satu bagian dari masa lalu buruk yang telah saya coba lupakan. Kalau saya kuliah di sana, sudah dapat dipastikan saya tidak akan bisa menikmati hari-hari saya di sana. Meski sebenarnya dari hati yang terdalam masih ingin mencoba memperbaiki hubungan. Ketika saya bercerita tentang hal ini pada adik saya, ia menambahkan satu hal lagi, &#8220;Kalau kakak nggak kuliah di universitas A, kakak nggak akan bertemu si B.&#8221;<br />
Hmm, memang benar, satu hal lagi yang patut saya syukuri. Si B adalah cinta pertama saya yang mampu menghapuskan luka-luka di masa lalu. Tak peduli bagaimana kelanjutannya nanti, yang pasti ia adalah orang yang berhasil membuat saya tetap tersenyum dan semangat menghadapi hari-hari yang berat. Oke, sekarang yang perlu saya lakukan hanyalah tetap bersyukur dan menikmati apa yang telah Tuhan anugerahkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=71&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2010/02/01/selalu-ada-hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shall We Dance</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2010/01/29/shall-we-dance/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2010/01/29/shall-we-dance/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 09:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Datar Kecuali Dansanya Sejak awal saya sebenarnya tidak tertarik untuk menonton film ini ketika dirilis tahun 2004 lalu. Walaupun judulnya telah lama ada dalam list film yang akan saya tonton, saya tetap lebih mengutamakan film-film lainnya yang heboh pada saat itu. Mungkin karena ketika melihatnya sepintas baik dari judul, sinopsis, maupun trailer, film ini terkesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=65&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://melview.files.wordpress.com/2010/01/shall-we-dance2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-67" title="shall-we-dance" src="http://melview.files.wordpress.com/2010/01/shall-we-dance2.jpg?w=202&#038;h=300" alt="" width="202" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Datar Kecuali Dansanya</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sejak awal saya sebenarnya tidak tertarik untuk menonton film ini ketika dirilis tahun 2004 lalu. Walaupun judulnya telah lama ada dalam list film yang akan saya tonton, saya tetap lebih mengutamakan film-film lainnya yang heboh pada saat itu. Mungkin karena ketika melihatnya sepintas baik dari judul, sinopsis, maupun trailer, film ini terkesan datar-datar saja dengan <em>happy ending</em> yang lumrah seperti halnya film-film drama romantis lainnya.</p>
<p>Baru kemudian ketika tugas kuliah mengharuskan saya untuk membuat ulasan film hasil <em>remake</em>, saya mencoba <em>Shall We Dance </em>yang konon merupakan <em>remake</em> dari film Jepang dengan judul mirip, <em>Shall We Dansu</em>. Seperti kebanyakan film bermula, film ini juga diawali dengan <em>voice over</em> tokoh utama yakni John Clark (Richard Gere) yang memperkenalkan dirinya dan kehidupannya. Melihat profesi sang tokoh, saya jadi teringat dengan film dan drama televisi di Indonesia yang profesi tokohnya tidak beragam, itu-itu saja, dan jarang terlihat jelas deskripsinya. Entah cerita film kita yang monoton atau memang lapangan pekerjaan di negeri kita tercinta yang tidak beragam (mungkin??)&#8230;</p>
<p>Film berdurasi 106 menit ini bercerita tentang John Clark yang melalui hari-hari jenuhnya menghadapi pekerjaan dan rumah tangganya. Hari-harinya selalu sama kecuali sekolah dansa yang setiap hari ia lewati sepulang bekerja. Di jendela gedung sekolah dansa tersebut selalu tampak seorang wanita yang melamun memandang keluar jendela. Wanita itu semakin hari membuat John makin penasaran hingga ia memutuskan untuk mendaftar kelas dansa di sana. Dan kemudian barulah ia tahu wanita itu bernama Paulina (Jennifer Lopez). John rajin mengikuti kelas dansa untuk berjumpa dengan Paulina dan hal ini membuatnya menjadi lebih gembira dalam kesehariannya. Istrinya, Beverly (Susan Sarandon) pun curiga dengan perubahan sikap suaminya dan sempat menyangka suaminya selingkuh hingga menyewa seorang detektif. Begitulah cerita berjalan dan konflik-konflik yang muncul pun hanyalah konflik-konflik kecil yang kita tahu arah penyelesaiannya.  Satu hal yang membuat film ini jadi punya nilai lebih, dansa. Di sini kita bisa menyaksikan gerakan-gerakan dansa yang bagus dan cukup menghibur, setidaknya membuat kita bertahan untuk tetap mengikuti alur ceritanya. Nilai lebih lainnya dari film drama seperti ini adalah kata-kata mutiara atau <em>quotes</em> yang lumayan untuk memperkaya pemaknaan kita terhadap kehidupan atau sekedar untuk mempercantik status di akun facebook <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat menonton!</p>
<p>Judul film                   : Shall We Dance</p>
<p>Pemain                        : Richard Gere, Jennifer Lopez, Susan Sarandon</p>
<p>Sutradara                   : Peter Chelsom</p>
<p>Penulis skenario      : Audrey Wells</p>
<p>Produksi                     : Miramax (2004)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=65&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2010/01/29/shall-we-dance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melview.files.wordpress.com/2010/01/shall-we-dance2.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">shall-we-dance</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hentak Kaki Geleng Kepala Bersama The Modest</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2010/01/04/hentak-kaki-geleng-kepala-bersama-the-modest/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2010/01/04/hentak-kaki-geleng-kepala-bersama-the-modest/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 15:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Gerak langkah kaki saya sebagai penikmat musik semenjak masuk kuliah mulai berbelok ke arah musik-musik indie setelah sebelumnya cukup kenyang mendengarkan musik mainstream dan mulai bosan dengan kecenderungan perkembangannya yang itu-itu saja (tapi masih ada banyak lagu dari ranah mainstream yang saya suka). Beruntunglah sebagai penikmat musik indie yang masih tergolong baru, saya terbantu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=60&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Gerak langkah kaki saya sebagai penikmat musik semenjak masuk kuliah mulai berbelok ke arah musik-musik indie setelah sebelumnya cukup kenyang mendengarkan musik mainstream dan mulai bosan dengan kecenderungan perkembangannya yang itu-itu saja (tapi masih ada banyak lagu dari ranah mainstream yang saya suka).</p>
<p style="text-align:left;">Beruntunglah sebagai penikmat musik indie yang masih tergolong baru, saya terbantu dengan kehadiran netlabel asal kota saya tercinta, Jogja, bernama Yes No Wave. Di sini, penikmat musik dapat mengunduh album dan lagu dari musisi-musisi indie yang cukup beragam secara cuma-cuma alias gratis (saya berniat membeli merchandisenya nanti demi keberlangsungan kehidupan netlabel ini). Lumayan kan, gratis dan tidak ilegal. Untuk percobaan pertama mengunduh album dari netlabel tersebut, saya mencoba mengunduh mini album The Modest, &#8220;Instant Best Friend&#8221; (meski rela 6 jam lebih menunggu proses download berbekal modem CDMA 153,6 kbps).</p>
<p style="text-align:left;">Alasan saya saat itu, melihat deskripsinya saya hanya mencoba menebak, musiknya cukup ringan dan nyaman dinikmati. Ada 2 lagu yang disediakan oleh Yes No Wave untuk dapat kita dengarkan yakni salah satunya &#8220;Instant Best Friend&#8221;, sama seperti judul albumnya. Petikan gitarnya saat itu mengingatkan saya pada Sixpence None The Richer, yang ketika mendengarkannya saya selalu membayangkan padang rumput di pagi hari yang cerah (terutama di lagu &#8220;Kiss Me&#8221;). Jadilah saya makin tertarik dengan band ini.</p>
<p style="text-align:left;">Itu tadi adalah kesan pertama. Itupun hanya mendengar secuplik intronya karena keterbatasan modem. setelah beberapa kali didengarkan, kesan seperti Sixpence None The Richer itupun lenyap. Yang ada, inilah musik mereka, The Modest, yang membuat suasana santai kita semakin semangat dengan beat-nya yang asik dan permainan gitarnya yang menenangkan. Anda pasti akan ikut terhanyut bersama musiknya.</p>
<p style="text-align:left;">Instant Best Friend banyak bercerita tentang hal-hal sederhana yang kerap kita alami di kehidupan sehari-hari dan mungkin justru sering pula terlepas dari ingatan kita. Namun sisi kreatif The Modest berhasil menggali pengalaman-pengalaman sederhana itu menjadi sesuatu yang manis dan membuat kita merenungkan kembali keseharian kita dan bergumam &#8220;oh iya ya&#8230;&#8221;. Misalnya di lagu Instant Best Friend, tentang seorang teman yang sering menemani kegiatan kita dan mengobrol tentang keseharian.</p>
<p style="text-align:left;">Begitu juga dengan &#8220;Sunshine is Always&#8221; yang menceritakan permasalahan yang semestinya tetap dihadapi dengan semangat sembari menikmati sinar mentari pagi, <em>if things are never turn out good, just pull out the problem and say goodbye&#8230;</em></p>
<p style="text-align:left;">Sementara &#8220;Will Someone&#8221; tampak muram dengan permintannya untuk dibiarkan sendiri&#8230;<em>just leave me alone&#8230;</em>Tapi tenang, di barisan pamungkasnya The Modest tidak akan mengecewakan dengan hadirnya &#8220;Afternoon Delight&#8221;. Kita akan diajak menikmati The Modest mengomentari hal-hal kecil di sekelilingnya sembari menanti <em>special soup</em> dari waiter dan waitress.</p>
<p style="text-align:left;">Jadi, apakah anda ingin bersantai, tetap dengan mata terbuka dan mengangguk-angguk seirama hentakan ringan dan menenangkan, coba dengarkan mini album ini.</p>
<p style="text-align:left;">Judul album: Instant Best Friend</p>
<p style="text-align:left;">Artis: The Modest</p>
<p style="text-align:left;">Daftar lagu:</p>
<p style="text-align:left;">1. Instant Best Friend</p>
<p style="text-align:left;">2. She Such An Owlfull</p>
<p style="text-align:left;">3. Sunshine is Always</p>
<p style="text-align:left;">4. Will Someone</p>
<p style="text-align:left;">5. Afternoon Delight</p>
<p style="text-align:left;"><em><br /> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=60&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2010/01/04/hentak-kaki-geleng-kepala-bersama-the-modest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAGAD X-CODE</title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2009/10/05/jagad-x-code/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2009/10/05/jagad-x-code/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 00:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[  Judul Film                   : JAGAD X-CODE Produksi                      : Maleo Pictures Sutradara                    : Herwin Novianto Pemain                         : Ringgo Agus Rahman, Mario Irwiensyah, Opi                                            Bahtiar, Tika Putri, Tio Pakusadewo Produser                      : Leni Lolang Penata artistik           : T’Moty D. Setyanto Sound Recordist       : Icang Zaini Sound Mixing             : Adityawan Susanto Editor                            : Cesa David Luckmansyah Sinematografi            : Roy Lolang Music Score                : Djaduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=52&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-51" title="jagad_x_code" src="http://melview.files.wordpress.com/2009/10/jagad_x_code.jpg?w=216&#038;h=300" alt="jagad_x_code" width="216" height="300" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align:left;">Judul Film                   : JAGAD X-CODE</p>
<p style="text-align:left;">Produksi                      : Maleo Pictures</p>
<p style="text-align:left;">Sutradara                    : Herwin Novianto</p>
<p style="text-align:left;">Pemain                         : Ringgo Agus Rahman, Mario Irwiensyah, Opi</p>
<p style="text-align:left;">                                           Bahtiar, Tika Putri, Tio Pakusadewo Produser                      : Leni Lolang</p>
<p style="text-align:left;">Penata artistik           : T’Moty D. Setyanto</p>
<p style="text-align:left;">Sound Recordist       : Icang Zaini</p>
<p style="text-align:left;">Sound Mixing             : Adityawan Susanto</p>
<p style="text-align:left;">Editor                            : Cesa David Luckmansyah</p>
<p style="text-align:left;">Sinematografi            : Roy Lolang</p>
<p style="text-align:left;">Music Score                : Djaduk Ferianto</p>
<p> </p>
<p>            Jagad X-Code menambah daftar panjang film-film dengan <em>setting </em>kota Jogja. Tentu saja kita dengan mudah akan mengetahui <em>setting </em>lokasi dalam film ini karena jembatan gondolayu, kampung kali code, keraton, tamansari, dan sebagainya itu adalah tempat-tempat vital di kota Jogja terutama sebagian merupakan tempat wisata. Seperti saat menonton film lain yang berlokasi di Jogja, saya selalu merasa Jogja menjadi lebih anggun dan eksotis ketika ditampilkan dalam film. Entah karena memang terlalu biasa melihat kota Jogja secara langsung sejak lahir atau karena kecenderungan bahwa manusia senang menyaksikan hal-hal yang dekat dengan dirinya. Tapi yang jelas, banyak sineas yang telah menghasilkan film di kota gudeg ini, tentunya ini karena Jogja memiliki ‘sesuatu’ yang menarik untuk tampil dalam film.</p>
<p>            Kabar baiknya, film-film seperti ini mulai mengurangi kecenderungan jakarta-sentris. Lokasi-lokasi di luar Jakarta pun layak untuk sebuah produksi film komersial. Selain itu, dengan <em>setting</em> lokasi di Jogja, bahasa yang digunakan pun akan menggunakan bahasa lokal. Ini kabar yang baik untuk lebih mengangkat kekayaan budaya lokal Indonesia. Warna lokal ini tidak hanya sampai di lokasi dan bahasa. Ilustrasi musik juga turut menambah rasa khas lokal secara menarik, dipadu dengan musik modern, tanpa membuat kita merasa bosan.</p>
<p>            Jagad X-Code sendiri bercerita tentang tiga bersahabat yang pengangguran. Mereka adalah Jagad (Ringgo Agus Rahman), Bayu (Mario Irwiensyah), dan Gareng (Opi Bahtiar). Mereka merasa sepertinya hidup mereka akan berubah setelah bertemu dengan seorang preman bernama Semsar (Tio Pakusadewo). Semsar menjanjikan uang tiga puluh juta dengan syarat mereka bertiga mengambil <em>flashdisk</em> di dalam tas seorang wanita yang telah ditunjukkan oleh Semsar. Masalah mulai muncul ketika Jagad, Bayu, dan Gareng sama sekali tidak tahu benda bernama <em>flashdisk</em>. Begitu pun orang yang mereka tanyai. Perjalanan panjang mengejar <em>flashdisk</em> membawa mereka kenal dengan seorang gadis bernama Regina. Cerita-cerita selanjutnya adalah tautan-tautan yang saling berhubungan hingga akhirnya ternyata isi <em>flashdisk</em> itu mengungkapkan fakta bahwa ayah Regina telah melakukan korupsi.</p>
<p>            Ada kabar baik, maka ada kabar kurang baik juga di film ini. Mungkin banyak dari kita (terutama kita yang tinggal di Jogja) akan bergumam, “Ah, masa sih Jogja seperti itu&#8230;” dan sejenisnya. Seperti halnya ketika menyaksikan film <em>Perempuan Punya Cerita, Mengejar Mas-Mas, </em>atau <em>Perempuan Berkalung Sorban</em> di mana terdapat sisi negatif yang ditampilkan dari Jogja. Kalau ketiga film tersebut menampilkan Jogja dengan pergaulan bebasnya, di film ini Jogja ditampilkan dengan <em>ndeso</em>-nya, pemuda-pemuda yang tidak tahu <em>flashdisk</em> dan bahkan sama sekali tidak memperoleh jawaban dari orang-orang di sekitarnya. Padahal Jogja dengan predikat kota pendidikan di mana di dalamnya banyak kalangan akademisi seharusnya bisa membantu Jagad dan teman-temannya untuk menemukan jawaban apa itu <em>flashdisk</em>. Kecuali kalau memang jalan cerita dalam film ini dimaksudkan Jagad hanya bertanya pada satu orang saja dan itupun orang yang salah (Butet Kertaradjasa sebagai pemilik warung makan yang tidak tahu apa itu <em>flashdisk</em>).</p>
<p>            Dan apabila kita termasuk orang yang cermat dengan posisi-posisi jalan di kota Jogja dan peduli dengan pengambilan gambar film, kita akan menemukan adegan kejar-kejaran yang membuat kita mengerutkan kening, karena ada kejar-kejaran yang terjadi di jalan yang sama, melewati tempat yang sama, dengan diulang. Namun, ini tidak akan menjadi masalah apabila yang terpenting adalah suasana kejar-kejaran itu sendiri.</p>
<p>            Di sisi lain, film ini bisa menjadi pilihan apabila kita sedang jenuh dengan film jakarta-sentris, butuh komedi ringan, dan bila kita termasuk orang-orang yang antusias melihat Jogja di dalam layar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=52&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2009/10/05/jagad-x-code/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melview.files.wordpress.com/2009/10/jagad_x_code.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">jagad_x_code</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2009/09/29/47/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2009/09/29/47/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 12:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Program Televisi dan Radio, Antara Menarik dan Tidak Rifki Amelia Begitu banyak pilihan program yang disajikan oleh media penyiaran berupa televisi dan radio. Semua orang bisa menikmatinya secara gratis kecuali untuk televisi berlangganan. Dengan sajiannya yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, sebenarnya kita tidak perlu lagi mengalami kerepotan. Kita tinggal duduk dan menikmati sajian dari media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=47&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Program Televisi dan Radio, Antara Menarik dan Tidak</strong></p>
<p style="text-align:right;"><em>Rifki Amelia</em></p>
<p>Begitu banyak pilihan program yang disajikan oleh media penyiaran berupa televisi dan radio. Semua orang bisa menikmatinya secara gratis kecuali untuk televisi berlangganan. Dengan sajiannya yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, sebenarnya kita tidak perlu lagi mengalami kerepotan. Kita tinggal duduk dan menikmati sajian dari media tersebut. Namun, selera dan nurani konsumen media penyiaran bukan berarti berhenti begitu saja. Kadangkala saya sebagai konsumen media penyiaran juga kerap terusik dengan sajian yang kurang menarik baik dari segi kualitas maupun cara penyajian.</p>
<p>            Program televisi yang paling tidak saya sukai adalah sinetron. Hampir seluruh sinetron yang diputar di televisi semuanya tidak menarik kecuali pemainnya yang memang cantik dan tampan. Cerita yang diangkat hanya itu-itu saja dan disajikan dengan sangat dangkal karena kurangnya pendalaman karakter dan alur cerita. Terutama sinetron INAYAH yang ditayangkan di Indosiar setiap Senin hingga Jumat pukul 20.00 WIB. Sepertinya sinetron INAYAH ini mencoba untuk tampil berbeda, tetapi hasilnya justru lebih fatal. Penyajian cerita tidak masuk akal karena mustahil terjadi di dunia nyata, misalnya seorang perempuan yang bisa memiliki anak dari setan. Tokoh-tokoh dengan segala atributnya terasa kurang pas, termasuk busana para tokoh yang tidak sesuai dengan karakter. Sinetron ini berani menampilkan logat Jawa yang kental, tetapi menjadi sangat mengganggu ketika logat ini terkesan dipaksakan dan berlebihan dalam setiap dialog karena beberapa pemainnya bukan orang yang berbahasa Jawa dalam kesehariannya. Sinetron INAYAH seperti halnya sinetron-sinetron lainnya juga kerap terdapat kesalahan-kesalahan teknis seperti <em>jump shot</em> yang kurang cermat. Adegan yang sama dengan pengambilan gambar dalam waktu berbeda sering menimbulkan kesalahan-kesalahan kecil karena ketidakcermatan tersebut seperti misalnya perbedaan posisi rambut, pandangan mata, bahkan pakaian tokoh dalam satu adegan.</p>
<p>            Sedangkan program FILM PENDEK yang disiarkan di TV One setiap Minggu pukul 22.00 WIB adalah program televisi yang saya sukai. Acara ini menampilkan film-film pendek berdurasi maksimal 10 menit yang dikirim oleh pemirsa. Selain itu acara ini juga memberikan beberapa pengetahuan seputar dunia perfilman, teknik pembuatan film, dan juga seni peran. Dengan adanya program acara ini, saya bisa memperoleh pengetahuan mengenai seluk-beluk dan teknik dalam film yang relatif sulit diperoleh. Selain itu acara ini dapat menjadi sarana yang baik bagi filmaker-filmaker pemula untuk dapat mengembangkan minatnya dengan mempublikasikan hasil karyanya secara luas melalui media televisi. Hal ini secara tidak langsung dapat menciptakan iklim yang baik dalam dunia perfilman di Indonesia sehingga kualitasnya pun dapat terus ditingkatkan.</p>
<p>            Media penyiaran yang lainnya lagi adalah radio. Biasanya saya akan mendengarkan siaran suatu radio asalkan program siaran tersebut ada unsur musik sehingga bisa didengarkan ketika bersantai. Namun, menurut saya ada satu acara musik yang menarik di I-Radio (Jogja 88.7 FM) setiap Senin pukul 20.00 WIB yakni KUPAS ABIS. Program KUPAS ABIS ini merupakan resensi album musik yang sangat informatif. Apalagi pembawa acaranya adalah Nina Tamam dan Bens Leo yang memang sangat paham dengan perkembangan musik di Indonesia. Selama 2 jam, acara ini mengupas habis satu album terbaru yang rilis dari musisi Indonesia. Seluruh lagu yang diputar adalah lagu dari musisi yang sedang dibahas albumnya. Album satu musisi tersebut dibahas dari berbagai segi secara detil seperti orang-orang yang terlibat, strategi promosi, konsep cover album, hingga suka-duka di balik pembuatan album tersebut. Selain itu, ada satu segmen menarik di acara ini yaitu ANTI LIPSINC, di mana sang musisi akan membawakan lagu secara <em>live</em> (biasanya dalam bentuk akustik), tidak secara <em>lipsinc</em> seperti yang dilakukan sebagian besar musisi dalam acara-acara musik, sehingga saat ini penampilan akustik dan <em>live </em>seperti ini menjadi langka di televisi. Melalui acara ini pula, kita bisa mengetahui musisi yang benar-benar mempersiapkan albumnya secara maksimal dan yang tidak sehingga kita pun tidak salah pilih ketika membeli albumnya.</p>
<p>            Sedangkan BURSA TEMBANG yang disiarkan di Rakosa Female Radio (Jogja 105.3 FM) setiap Minggu pukul 08.00 WIB adalah program radio yang tidak saya sukai. Program ini juga membawa musik sebagai kekuatan utamanya tetapi saya kurang suka dengan cara penyajiannya. BURSA TEMBANG hadir dalam durasi yang panjang tetapi cukup membosankan karena sangat sedikit yang bisa kita peroleh dari acara ini selain iklan dan penyiar yang menunggu telepon masuk dari pendengar. Penyiar menawarkan dua lagu yang bisa dipilih oleh pendengar. Nantinya akan dibatasi maksimal 3 penelepon dalam setiap penawaran. Lagu dengan suara terbanyak, itulah yang akan diputar. Waktu untuk program ini banyak yang habis untuk menunggu telepon dari pendengar yang akan memilih lagu. Tentunya pendengar akan semakin malas menelepon kalau lagu yang ia pilih belum pasti akan diputar karena harus memastikan suara terbanyak. Kesempatannya lebih kecil daripada program <em>request</em> lagu biasa. Bahkan pernah ada pendengar yang menelepon dua kali dengan nama yang berbeda demi agar lagu favoritnya bisa diputar.</p>
<p>            Kadangkala kritik-kritik yang terlontar dari konsumen media kurang dapat mempengaruhi suatu program siaran apalagi kalau jumlah pengkritik sangat sedikit dan program siaran tersebut telah meraih <em>audience rating </em>yang tinggi. Saya jadi teringat perkataan teman saya dari ayahnya yang bekerja di Depkominfo bahwa kita lebih baik tidak mengkonsumsi program siaran yang kurang bagus (atau cari saja program dari kanal lain) hingga rating menurun dengan sendirinya dan hilang daripada terus berkomentar tanpa hasil. Namun saya sendiri tetap menganggap komentar itu perlu agar paling tidak orang-orang di sekitar juga bisa berbagi dan ikut mendiskusikannya.</p>
<p><em>Penulis menyusun tulisan ini untuk tugas mata kuliah Media Penyiaran di Jurusan Ilmu Komunikasi UGM.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=47&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2009/09/29/47/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2009/09/26/44/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2009/09/26/44/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 07:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran: Ketupat SMS   Apa yang diributkan menjelang lebaran? Yang klasik-klasik sih, mungkin keribetan menyiapkan ketupat yang bentuknya ribet, masak opor yang lemaknya minta ampun, dan menyiapkan stamina untuk keliling kampung bermaaf-maafan.             Oiya, ketupat keluargaku disajikan secara brilian oleh ibunda tercinta. Kebetulan ayah nyimpen banyak stand partitur yang menganggur. Jadilah stand partitur itu selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=44&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Lebaran: Ketupat SMS</strong></p>
<div id="attachment_43" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-43" title="Ketupat Gokil" src="http://melview.files.wordpress.com/2009/09/image015.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Niy dia ketupat edisi tahun 2009" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Niy dia ketupat edisi tahun 2009</p></div>
<p> </p>
<p>Apa yang diributkan menjelang lebaran? Yang klasik-klasik sih, mungkin keribetan menyiapkan ketupat yang bentuknya ribet, masak opor yang lemaknya minta ampun, dan menyiapkan stamina untuk keliling kampung bermaaf-maafan.</p>
<p>            Oiya, ketupat keluargaku disajikan secara brilian oleh ibunda tercinta. Kebetulan ayah nyimpen banyak stand partitur yang menganggur. Jadilah stand partitur itu selama lebaran menjadi gantungan ketupat. Hebat ‘kan? Erwin Gutawa yang pastinya punya lebih banyak stand partitur belum tentu bikin gantungan ketupat kayak gini. Perhatikan gambar di atas!</p>
<p>            Nah, untuk seseorang berusia 19 tahun sepertiku sebenarnya yang paling dipusingkan adalah pulsa untuk mengucapkan selamat lebaran untuk seluruh teman-teman. Awalnya bermaksud baik, untuk benar-benar minta maaf. Tapi terkadang niat baik itu sering ternodai oleh niat untuk ngeksis juga, hmm. Semakin penuh inbox SMS kita dengan ucapan lebaran, itulah tingkat eksistensi kita, hahaha…</p>
<p>            Bukan apa-apa, biasanya registrasi ke operator seluler biar bisa SMS murah mendadak sulit diaktivasi ketika malam takbiran. Dari dulu selalu begitu. Udah ngetik *bla-bla-bla# tekan OK atau YES, sampai jari jempol gepeng, hasilnya nihil. Maka jadilah aku udah beli pulsa seminggu sebelum takbiran, karena biasanya juga menjelang lebaran harga pulsa naiknya gila-gilaan. Pernah lebaran tahun 2007, beli pulsa 10 ribu harganya 15 ribu, gile beneerr!!</p>
<p>            Nah, cukup buanyaak SMS ucapan lebaran yang masuk ke inbox-ku. Aku punya ide untuk mengumpulkan semua SMS itu supaya bisa dibuka di lain hari sambil ketawa-ketiwi dan biar puisi-puisi dan ucapan indah itu nggak terbuang percuma. Selain banyak, SMS-nya juga macem-macem, bener-bener macem-macem. Tapi yang pertama kubahas dulu SMS yang kubuat untuk teman-teman, hehe. SMS ini tidak pandang bulu, dikirimkan ke semua teman tanpa ditambah atau dikurangi (tanpa kata <em>luv u</em> buat gebetan atau kata **** <em>u</em> buat yang menyebalkan, sama sekali tidak, namanya juga maaf-maafan, semuanya sama).</p>
<p> </p>
<p>Seiring fajar menyingsing &amp; takbir b’sahut,</p>
<p>terimaLah permohonan maafku atas</p>
<p>kesaLahan yang pernah kuperbuat</p>
<p>padamu. Slamat iduL fitri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> </p>
<p>Nah, singkat, padat, jelas, indah, nggak banyak cing-cong (masalahnya karakternya maksimal 160, lebih dari itu udah dihitung dua kali tarif).</p>
<p> </p>
<p>Dhri kmnangn ne..q mO ngucpN,minal</p>
<p>aidzin wal faidzin mHon mAf lhir dn</p>
<p>btin..</p>
<p>Dela n kel,mint 5f ats smw salh yg</p>
<p>udh dPrbuat yg dsgja/gDsgja,mohn</p>
<p>d5fkn,smg amal ibdh qt smw slm ne</p>
<p>dterima 4JJI SWT.AMIN!.. J</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564240xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>13:57:49</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Ini SMS pertama yang masuk. Seperti halnya SMS mania lainnya, kata-katanya singkat-singkat (hampir konsonan semua) dan diselang-seling kapitalnya.</p>
<p>SMS-SMS selanjutnya akan dikategorikan berdasarkan macamnya. Ini salah satu contoh SMS yang puitis:</p>
<p> </p>
<p>Q bknlah seorg mnusia yg</p>
<p>smpurna,q tk luput  dr smw kslhn &amp;</p>
<p>dosa,hatiq tk shalus sutra,</p>
<p>mulutq tk smerdu alunan doa,</p>
<p>mafkan jk q pnh mnyakitimu.</p>
<p>met lebaran</p>
<p>.mer.</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628132385xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>15:38:52</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Yang ini petuah banget:</p>
<p> </p>
<p>Sejalan dgn berlalunya ramadahan thn ini.</p>
<p>Kemenangan akan kita gapai. Dalam</p>
<p>kerendahan hati ada ketinggian budi.</p>
<p>Dalam kemiskinan harta ada kekayaam</p>
<p>jiwa. Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu.</p>
<p>Hidup ini indah jika segala karena Allah Swt.</p>
<p>Tina &amp; keluarga menghaturkan</p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.</p>
<p>Taqoballahu minna wa minkum.</p>
<p>Mohon maaf lahir &amp; batin</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628131424xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>16:32:34</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Contoh SMS marmos yang ujung-ujungnya bikin ngakak:</p>
<p> </p>
<p>Nah ni dy yg byk dosa ma gw..Tenaang,tak</p>
<p>usah risau hati sob! tLah saya  ampuni.. J</p>
<p>MinaL aidzin waL faidzinyee..sory ni kL da</p>
<p>saLah..sLmat makan ketupat!!</p>
<p>_thy</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564393xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>18:32:30</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Orang yang pandai bersyukur, amiin:</p>
<p> </p>
<p>Syukur raga dan jiwa tlah mnylesaikn ramadhan ini,</p>
<p>Syukur tlinga ini msh bsa mendgrkn alunan syahdu takbir itu,</p>
<p>Syukur mata msh bsa mlhat indah nan fitri,</p>
<p>Syukur mulut ini msh bsa mgucap</p>
<p>“minal aidin walfaidzin”</p>
<p>Kmbali k fitrah brsama mu tman.</p>
<p>-maaf lahir btin Juga semua-</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564584xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>21:20:58</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Yang ini mengaku tidak ikut-ikutan:</p>
<p> </p>
<p>Sy bkn skdr basa/I mngrm sms ini.mskpun ini</p>
<p>lbaran,sy g cm cm ikut2an.lbh dr itu</p>
<p>tmn,sy mucapkn taqabalallahuminn awaminkum.</p>
<p>Met Idul Fitri.mav lhr btn^^</p>
<p>rizk</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628180423xxxx</p>
<p> </p>
<p>Mencoba melestarikan pantun:</p>
<p> </p>
<p>Ank k0d0k mkn kTuPaT,</p>
<p>mkn kTuPaT sMbiL mLoMpAt,</p>
<p>NgiRim kRtu dAh g smPt,</p>
<p>pk sMs pUn s0 whAt..??</p>
<p> “m1n4L 4iZiN w4L f4’iDzn?m?H?n</p>
<p>m44P Lhr bTiEn…maapn aQ yo!</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628133456xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>23:21:08</p>
<p>19-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Dua SMS di bawah sungguh mengejutkan, bunyinya sama persis, entah siapa yang main plagiat. Dan sepertinya mereka berusaha membuat gebrakan baru. Bosan dengan kalimat <em>“…dan segenap keluarga”</em>, mereka pakai <em>“…segenap kru yg bertugas”</em>.</p>
<p> </p>
<p>Indahny rngkaian kata ucapan hr</p>
<p>raya blum tntu seindah ktulusan maaf dr hati,,</p>
<p>Setulus hati, YNR bserta sgenap kru  yg brtugas</p>
<p>mngucapkan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564343xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>00:43:24</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Indahny rngkaian kata ucapan hr</p>
<p>raya blum tntu seindah ktulusan maaf dr hati,,</p>
<p>Setulus hati, Asta bserta sgenap kru  yg brtugas</p>
<p>mngucapkan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628572910xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>06:13:10</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Kreatif juga:</p>
<p> </p>
<p>             F</p>
<p>    H      IDHUL</p>
<p>SELAMAT </p>
<p>     R      RAYA</p>
<p>_ _ I _ _ I _ _</p>
<p>MoHoN mAaF LaHir</p>
<p>+BaTin..</p>
<p>[fu+keL]</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628572913xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>01:24:09</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Ini para penggemar permainan sepakbola dengan hasil seri mengenaskan 0-0:</p>
<p> </p>
<p>Sama2. . Kosong2 ya.</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564388xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>02:01:23</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Sama2 y,aq jg minta maap klu ad slh. .</p>
<p>jdN kosong2 yh,oke~ o(^0^)/</p>
<p>Sender:</p>
<p>+62856296xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>04:29:19</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Indah jg mngucapkan minal aidzin wal faidzin,</p>
<p>mhn maaf lahir&amp;batin ats sgala ksalahan yg</p>
<p>prnah Indah perbuat,,</p>
<p>Selamat hari raya iduL fitri 1430 H,,</p>
<p>0-0 yaah!!</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564391xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>05:43:24</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Pupud dan kluarga mengucapkan,</p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.</p>
<p>Minal aidzin wal Waizdin,</p>
<p>Mhon maaf lahir batin.</p>
<p>0-0  yak.</p>
<p>J</p>
<p>Sender:</p>
<p>+62856289xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>09:48:37</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>if words could kill,, there must be</p>
<p>many people have died because of mine. . .</p>
<p>‘n if that’s including u,, let me apologize 4</p>
<p>aLL that i’ve d0ne.</p>
<p>. .Met iduL fitri,, ma’p lahir bathin. . .</p>
<p>Ma’pin smw salah sophie yawh,,</p>
<p>yg sengaja ato ga,, (pazti ga sengaja c)</p>
<p>Qta 0-0 lg key. . .v^^</p>
<p>-sophie n fams-</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564329xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>12:05:44</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>..maapin aq jua ia kLo sLama ni qw da saLah,,</p>
<p>Baek nyang qw sengaja atopun endak..</p>
<p>..jd skrg qt 0-0 ia..</p>
<p>..met idul fitri 1430H..</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564348xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>21:26:48</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Berjuang melawan operator seluler yang mendadak lemot:</p>
<p> </p>
<p>Walopun opeRatoR sibuk n sms penDing tRuz,</p>
<p>RD sekeluaRga tetap kekeuh mengucapkan</p>
<p>Selamat Idul FitRi,mohon maapz LahiR batin ~_~</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564376xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>04:59:43</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Yang singkat mengena:</p>
<p> </p>
<p>Sama2 ya rif..</p>
<p> </p>
<p>Sender:</p>
<p>+628529280xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>05:23:36</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Sm2 rif..</p>
<p> </p>
<p>Sender:</p>
<p>+628573909xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>05:56:04</p>
<p>20-09-2009</p>
<p>Sama sama ya rifki J</p>
<p> </p>
<p>Sender:</p>
<p>+62856289xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>06:07:19</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Sama2</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564777xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>07:06:20</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Iiupz’ cma’’ iia’ rif</p>
<p> </p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564368xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>08:26:31</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Gak jelas banget, hehehe:</p>
<p> </p>
<p>Jmajmtjamtmwpjg dgmgt.Agmgmgt.Jg</p>
<p>wgt.Jht.M,jg.Dgwhj gtgm.Tg.J.Mptpjhj</p>
<p>mgwgtgjgk</p>
<p>inti. Ne met lebARAN,</p>
<p>mav laer btin. Ag.</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564301xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>07:33:22</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>SMS sempet nyasar juga, pertamanya sih gini:</p>
<p> </p>
<p>Y.podo2.niki sinten nggih?</p>
<p> </p>
<p>Sender:</p>
<p>+628132800xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>07:56:03</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Setelah kujawab (kupikir orang ini lupa diriku), inilah jawabannya:</p>
<p> </p>
<p>O,..nggih.tapi nw sewu kadose kulo mboten tepang</p>
<p>Kaliyan panjenengan,amargi kulo sanes mbak,nanging</p>
<p>mas.nw sewu nggih.kvlo nggih mboten ngertos</p>
<p>njenengan jaler nopo setri.nw.</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628132800xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>08:37:29</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Ya jadinya gak aku bales lagi, udah shock duluan, apa tuh hape pindah ke bapaknya ya, hmm…</p>
<p>Nah, yang ini sangat lirik lagu:</p>
<p> </p>
<p>“Maavkan kata yg tlah t’ucap.Akan</p>
<p>kuhapus jk kumampu.Andai kudapat</p>
<p>meyakinkanmu kuhapus hitamku</p>
<p>untukmu”(nyanyi mode on)</p>
<p>Met idul fitri 1430h. Maav lair batin.</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564364xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>09:07:33</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Mirip iklan Pertamina:</p>
<p> </p>
<p>Minal ‘Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir &amp; Batin”.</p>
<p>Stetes Ikhls smg menggoreskn bait2 Surga dan</p>
<p>melapangkn sudut jiwa.Happy ied 1430H</p>
<p>-fera &amp;kluarga-</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564381xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>09:27:59</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Maniak badminton abis:</p>
<p> </p>
<p>Kdg aku emosian,sprt Lin Dan</p>
<p>Kdg aku lemot dn gak jelas,sprt Sony Dwi Kuncoro</p>
<p>Kdg aku ngeselin kyk mnt ditonjok,sprt Lee Yong Dae,</p>
<p>Tp prcylh, aku pny niat utk mnt maav,</p>
<p>Sekuat dn setajam smashny Lim Swie King</p>
<p>Sehebat Markis Hendra Dn secakep Bao Chunlai,</p>
<p>Jd maavin ksalahanku yg byk itu y,muah</p>
<p>Sender:</p>
<p>+62856713xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>10:05:56</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Simple is beautiful:</p>
<p> </p>
<p>selamat idul fitri 1430 H..</p>
<p>minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir &amp; batin..</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628191556xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>12:30:13</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Hingga detik ini masih berusaha mencari terjemahannya:</p>
<p> </p>
<p>amico,, Ti prego di perdonare tutte le</p>
<p>parole e le azioni che sono meno</p>
<p>soddisfatti,sia intenzionale o no,,</p>
<p>Happy Lebaran’s day,,</p>
<p>Kuni</p>
<p>Sender:</p>
<p>+628564334xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>13:03:47</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Cukup gokil:</p>
<p> </p>
<p>Ulel Melingkel Dpagel</p>
<p>Anjing Pudel Naek Skutel</p>
<p>Klo Aq Prnah Bikin Kesel Amp Pgel2</p>
<p>Dr Lubuk Udel Yg Pling Dlem Aq Nyesel</p>
<p>Hepy Lebaran Mhon 5F Lair N Batin</p>
<p>_2Nik_</p>
<p>Sender:</p>
<p>+62274918xxxx</p>
<p>Sent:</p>
<p>08:23:57</p>
<p>20-09-2009</p>
<p> </p>
<p>Yah itulah SMS-SMS lebaran terseleksi tahun 2009. Kami mohon maaf tidak semua SMS dapat kami tampilkan (kayak penyiar Editorial Media Indonesia, hahaha). SMS selengkapnya dapat dilihat di hape saya, hehehe. Yap, teman-teman, bersemangatlah menciptakan SMS-SMS lebaran gokil, siapa tau tahun depan SMS anda terpilih untuk dimuat di blog ini. Selamat buat SMS yang sudah saya muat, piiiss!! Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir &amp; batin. Wassalam!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=44&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2009/09/26/44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melview.files.wordpress.com/2009/09/image015.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ketupat Gokil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/42/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/42/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/2009/02/22/42/</guid>
		<description><![CDATA[Judul film : Lost in Love Produksi : Studio Samuan &#38; Itrema Creative, 2008 Sutradara &#38; Skenario : Rachmania Arunita Pemain : Pevita Pearce, Richard Kevin, Arifin Putra, Barry Prima, George Rudy, Chrisye Subono, Adrian Subono Penata Suara : Satrio Budiono, Antoine Corbin Penata Musik : Aksan Sjuman OST : Tangga Editor : Cesa David [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=42&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-41" title="lostinlove_2d" src="http://melview.files.wordpress.com/2009/02/lostinlove_2d.jpg?w=260&#038;h=300" alt="lostinlove_2d" width="260" height="300" /></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Judul film		: </span><span lang="en-US"><em>Lost in Love</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Produksi		: Studio Samuan &amp; Itrema Creative, 2008</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Sutradara &amp; Skenario	: Rachmania Arunita</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Pemain		: Pevita Pearce, Richard Kevin, Arifin Putra, Barry Prima,</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> George Rudy, Chrisye Subono, Adrian Subono</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Penata Suara		: Satrio Budiono, Antoine Corbin</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Penata Musik		: Aksan Sjuman</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"><em>OST</em></span><span lang="en-US"> : Tangga</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Editor			: Cesa David Luckmansyah</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Penata Artistik		: Rachman Agus, Chloe Trevelot</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Penata Fotografi	: Yadi Sugandhi</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Produser		: Satrijo Wibowo, Matharion Nainggolan</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Tita (Pevita Pearce) adalah seorang gadis remaja yang manja dan kekanak-kanakan. Ia memiliki tunangan bernama Adit (Richard Kevin) yang galak dan tidak peka. Hubungan mereka berdua sering diwarnai percekcokan kecil karena karakter mereka yang berseberangan. Hingga suatu hari, Tita menganggap Adit tidak mengakuinya sebagai tunangan hanya karena Adit enggan memperkenalkan Tita pada teman-temannya di Prancis. Karena kesal, Tita berjalan-jalan sendiri di kota Paris yang sama sekali belum pernah ia jelajahi sekaligus untuk membuktikan bahwa ia bukan lagi seorang anak manja yang hanya bisa bergantung pada orang lain. Dalam perjalanan tersebut, Tita bertemu dengan Alex (Arifin Putra) yang mau menemaninya dan membantunya pulang kembali kepada keluarganya dan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Adit.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Menawannya kota Paris menjadi </span><span lang="en-US"><em>setting</em></span><span lang="en-US"> hampir di seluruh film. Di sini digambarkan betapa bingungnya Tita ketika tersesat di kota yang sama sekali tidak ia kenal dengan baik. Lebih seru lagi menyaksikan kocaknya tingkah Tita dengan bahasa Inggris yang apa adanya dan harus bicara dengan orang Paris yang tidak dapat berbahasa Inggris. Ditambah lagi dengan adanya bermacam tata cara dan budaya yang sama sekali berbeda dengan di Indonesia, membuat Tita semakin kalut. Dan di sinilah sisi menarik film ini, bahkan lebih menarik daripada </span><span lang="en-US"><em>ending</em></span><span lang="en-US">-nya yang sebenarnya juga menyenangkan. Mungkin karena menggunakan pola umum pengenalan-klimaks-penyelesaian, </span><span lang="en-US"><em>ending</em></span><span lang="en-US"> sudah dapat kita tebak dengan mudah, sehingga bagian klimaks cerita yang justru lebih menarik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Akting Pevita Pearce sebagai pemeran Tita yang polos dan manja memperoleh nominasi pemeran utama wanita terbaik dalam FFI 2008.</span><span lang="en-US"> Begitu juga dengan tata musik dan penyutradaraan oleh Rachmania Arunita yang sekaligus juga penulis novel </span><span lang="en-US"><em>Lost in Love </em></span><span lang="en-US">dan skenario untuk film ini. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=42&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/42/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melview.files.wordpress.com/2009/02/lostinlove_2d.jpg?w=260" medium="image">
			<media:title type="html">lostinlove_2d</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/39/</link>
		<comments>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/39/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifki Amelia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melview.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Judul Album : The Special One Artis : Yovie&#38;Nuno Produksi : Sony BMG Music Entertainment Indonesia, 2007 Yovie&#38;Nuno is back! Tentunya dengan warna baru yang semakin mengukuhkan eksistensi grup musik pop bernuansa jazz ini dalam industri musik Indonesia. Setelah band yang awalnya bernama Yovie and The Nuno ini vakum beberapa waktu sejak ditinggal salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=39&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_38" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-38" title="yovie-nuno-special-one" src="http://melview.files.wordpress.com/2009/02/yovie-nuno-special-one.jpg?w=300&#038;h=297" alt="aryo.info" width="300" height="297" /><p class="wp-caption-text">aryo.info</p></div>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="en-US">Judul Album		: </span><span lang="en-US"><em>The Special One</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Artis			: Yovie&amp;Nuno</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">Produksi		: Sony BMG Music Entertainment Indonesia, 2007</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> </span><span lang="en-US"><em>Yovie&amp;Nuno is back!</em></span><span lang="en-US"> Tentunya dengan warna baru yang semakin mengukuhkan eksistensi grup musik pop bernuansa jazz ini dalam industri musik Indonesia. Setelah band yang awalnya bernama Yovie and The Nuno ini vakum beberapa waktu sejak ditinggal salah satu vokalisnya, Yovie&amp;Nuno kini hadir dengan vokalis baru yang akan menjadi partner Dudi yang telah lebih dulu bergabung. Adalah Pradikta Wicaksono alias Dikta yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris salah satu band indie Jakarta. Karakter khas vokal Dikta yang sangat berbeda dengan Dudi ikut memberi warna tersendiri dalam lagu-lagu mereka.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Seperti layaknya album-album musik, di dalamnya kita akan mendengarkan Yovie&amp;Nuno bereksplorasi dengan berbagai variasi dalam musiknya. Kita bisa menikmati lagu dari yang </span><span lang="en-US"><em>slow</em></span><span lang="en-US"> hingga bertempo sedang-cepat. Dari yang ‘sangat’ Yovie&amp;Nuno sampai yang tidak seperti lagu ciptaan Yovie biasanya seperti “Ku Tak Suka Lagu Ini”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Kita juga masih akan menemukan ciri khas Yovie&amp;Nuno yang biasa seperti permainan piano Yovie yang sebagian besar mengikuti melodi lagu, juga permainan </span><span lang="en-US"><em>string</em></span><span lang="en-US"> yang kental pada beberapa lagu. Lagu-lagu dengan tempo sedang hingga lambat, simpel, lirik yang sederhana, namun dengan penggarapan yang apik membuatnya menjadi enak didengar dan mudah dicerna tanpa harus mengerutkan dahi. Terbukti dari perolehan platinum dan beberapa penghargaan dalam penganugerahan musik bergengsi seperti MTV Asia Award. </span><span lang="en-US"><em>Single-single</em></span><span lang="en-US"> dalam album ini juga seluruhnya menjadi hits, seperti “Menjaga Hati”, “Dia Milikku”, “Janji Suci”, “Sempat Memiliki”, dan “Bunga Jiwaku”. Sebuah pencapaian yang luar biasa dari sebuah album mengingat sebelumnya dalam satu album mungkin hanya satu dua lagu yang menjadi hits. Beberapa masih kita ingat, misalnya “Juwita”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US"> Semua lagu dalam album terbaru Yovie&amp;Nuno ini ditulis oleh Yovie Widianto kecuali lagu “Sejuta Cinta” yang dibuat oleh Yokie Windriawan. Dikta juga menjajal kemampuannya menulis lirik dalam lagu “Hey! (Flirting)” dan “Tak Pandai Memilih (Pacarku Dua)”. Sama seperti judul albumnya, album ini memang menjadi satu album Yovie&amp;Nuno yang paling spesial dengan menawarkan musik berbobot yang tidak akan mengecewakan. Berikut adalah </span><span lang="en-US"><em>tracklist</em></span><span lang="en-US"> dalam album </span><span lang="en-US"><em>The Special One</em></span><span lang="en-US">:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Dia 	Milikku</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Menjaga 	Hati</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Janji 	Suci</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Bunga 	Jiwaku</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Seperti 	Bintang (Menanti Jawabanmu)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Ku Tak 	Suka Lagu Ini</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Sejuta 	Cinta</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Hey! 	(Flirting)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Jalan 	Diam-Diam</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Tak 	Pandai Memilih (Pacarku Dua)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Sempat 	Memiliki</p>
</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melview.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melview.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melview.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melview.wordpress.com&amp;blog=5750348&amp;post=39&amp;subd=melview&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melview.wordpress.com/2009/02/22/39/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0b97f1ded08fdb30e32f49d552bf3547?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rifki Amelia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melview.files.wordpress.com/2009/02/yovie-nuno-special-one.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">yovie-nuno-special-one</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
